Halaman

Senin, 27 Mei 2013

Koteka Papua terancam punah


 JAYAPURA (WIN) : Pakaian khas Papua, Koteka terancam punah. Dikarenakan, suku Yali yang biasa menggunakan penutup kelamin tersebut mulai bergeser mengenakan pakaian modern. Bahkan kini, suku Yali yang masih menggunakan Koteka hanya dari kalangan generasi tua.
Fakta ini disampaikan staf peneliti Balai Arkeologi Jayapura, Hari Suroto. "Genera mudanya (suku Yali) lebih suka menggunakan pakaian modern berbahan kain," kata Hari seperti dikutip dari antaranews, Minggu (10/3/13).
Koteka sendiri terbuat dari buah labu panjang. Sebelum digunakan, buah labu dibuang isinya lalu dikeringnya di atas perapian. Dalam pemakaiannya, Koteka buah labu biasanya dipadukan dengan lingkaran-lingkaran rotan dan dililitkan ke bagian tubuh.
Menurut Suroto, penggunakan Koteka dengan aksesoris lingkaran rotan menandakan tingkat keberanian seorang pria suku Yali. Semakin banyak lingkaran rotannya, maka semakin tinggi pula tingkat keberaniannya. "Menandakan juga status yang dimiliki," ujarnya.
Dipilihnya rotan sebagai aksesoris, lantaran diyakini hanya tumbuh di daerah musuh. Sehingga perlu keberanian dan harus menghadapi resiko tinggi untuk mendapatkannya. Selain itu, suku Yali biasanya menggunakan rotan untuk membuat api. "Rata-rata pria Yali membuat api dengan menggunakan sebuah tali rotan sebagai korek api," katanya.
Hingga kini, Koteka khas suku Yali belum terdokumentasi dengan baik. Bahkan museum di Papua dan Jakarta pun belum ada yang mengoleksi pakaian yang menjadi bukti keragaman Indonesia tersebut. "Perlu penelitian lebih mendalam, dan pendokumentasian yang lengkap. Baik itu dalam bentuk video, foto, mapun buku, sebelum pakaian tradisional itu punah," tegasnya
Satu lagi yang perlu dilakukan guna melestarikan pakain khas suku Yali adalah dengan mengikutkannya pada sebuah festivasl budaya.(win6)